DAMPAK PERILAKU BULLYING BAGI KESEHATAN
Apasih itu Bullying?
Bullying adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara melukai secara fisik, verbal, emosional atau psikologis oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat kepada korban yang secara fisik atau mental lemah berulang kali tanpa perlawanan untuk membuat korban menderita.
Faktor
Penyebab Perilaku Bullying
1. Faktor
individu : Rendahnya rasa empati dalam diri, kecenderungan untuk memperlihatkan
agresi, kurangnya pengendalian diri, dan tingginya keinginan untuk
memperlihatkan dominasi.
2. Faktor
Keluarga : pola asuh yang buruk, kurang perhatian, kurangnya pengawasan,
perilaku orang tua yang agresif, dan ketidakstabilan peran keluarga.
3. Faktor
Lingkungan : anak yang tumbuh dalam lingkungan yan kasar dan agresif, seperti
pengaruh teman sebaya yang terlibat dalam perilaku bullying lebih cenderung menjadi pelaku bullying.
4. Faktor
sosial : sistem sosial yang mendorong kekerasan seperti tontonan media yang
agresif dan perilaku agresif orang-orang terdekat, dapat mempengaruhi seseorang
menjadi pelaku bullying.
Jenis-jenis
Bullying
2. Bullying secara fisik : contohnya memukul, menendang,
dan meludahi
3. Bullying secara sosial : contohnya antara lain cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh
mengejek
4. Bullying secara elektronik/cyber bullying : contohnya komentar negatif dan rekaman video yang mengintimidasi
Apa saja sih dampak bullying dalam kesehatan
Dampak terhadap Kesehatan Mental
·
Stres berat dan kecemasan : Korban
bullying sering merasa takut, tidak aman, dan terus-menerus waspada.
·
Depresi : Rasa rendah diri dan kehilangan
harapan sering berujung pada gangguan depresi.
·
Gangguan tidur (insomnia/mimpi buruk) : Akibat tekanan psikologis dan rasa cemas yang
berkelanjutan.
·
Isolasi sosial : Korban
menarik diri dari lingkungan sosial karena rasa malu atau takut.
· Risiko bunuh diri (suicidal ideation) : Beberapa korban bullying mengalami pikiran untuk mengakhiri hidup akibat tekanan mental yang berat.
Dampak terhadap Kesehatan Fisik
· Keluhan psikosomatik : sakit kepala, sakit perut, kelelahan tanpa sebab medis.
· Penurunan nafsu makan dan berat badan.
· Gangguan tidur dan konsentrasi.
· Penurunan daya tahan tubuh : Karena stres kronis dapat
memengaruhi sistem imun.
· Cedera fisik : Terjadi pada kasus bullying fisik seperti pukulan, tendangan, atau kekerasan langsung.
Dampak terhadap Perkembangan Sosial dan Akademis
·
Kesulitan
Menjalin Hubungan Interpersonal : Korban sulit percaya pada orang lain, sering merasa curiga,
dan takut ditolak.
·
Menurunnya
Kemampuan Komunikasi : Rasa cemas saat berbicara di depan
umum atau berinteraksi dengan teman sebaya.
· Menurunnya prestasi
belajar : Korban
kehilangan fokus dan motivasi.
·
Menarik diri dari lingkungan social : Sulit
mempercayai orang lain dan berinteraksi.
· Rasa percaya diri menurun : Korban merasa tidak berharga atau bersalah atas perlakuan yang diterimanya.
Dampak terhadap Kesehatan Emosional
·
Kehilangan
Makna Hidup : Rasa
putus asa dan kehilangan arah membuat korban merasa hidupnya tidak berarti.
·
Kemarahan
Terpendam : Emosi negatif yang tidak
tersalurkan bisa meledak menjadi perilaku agresif atau self-harm (menyakiti
diri).
·
Rasa
Bersalah dan Malu : Korban
sering menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang dialaminya.
2. Pembentukan tim anti bullying dan menyediakan konselor dan sistem pelaporan yang aman
3. Menanamkan nilai empati dan saling
menghargai
4. Melaporkan tindakan cyberbullying
Video Terkait perilaku Bullying 👇👇👇
Sumber:
Ayu Sapitri, W. (2020). Cegah dan Stop Bullying Sejak Dini. Guepedia.
Christofora. (2023). Mengenal Jenis-jenis Bullying dan Bagaimana Mencegahnya (Monica (ed.)). CAHAYA HARAPAN.
Prasetio, A., & Fanreza, R. (2023). Strategi Sekolah Dalam Upaya Pencegahan Bullying Di Ismaeliyah School. ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam, 7(1), 1. https://doi.org/10.30821/ansiru.v7i1.14761
Teguh Nugroho & Mifta Hadi. (2024). PENANGANAN BULLYING DI SEKOLAH. Kaizen Media Publishing.




Komentar
Posting Komentar